e shtunë, 16 qershor 2007

Kompetensi dan Kualifikasi Guru untuk Mutu Pendidikan

Pengalaman adalah guru terbaik dan harus dihargai. Namun, penghargaan atas pengalaman mengajar seorang guru perlu difokuskan bukan pada lama tahun mengajar, tetapi kualitas dan pengembangan kompetensinya. Seorang guru yang sudah mengajar 20 tahun tidak otomatis bisa dianggap telah melampaui 20 tahun pengembangan profesionalisme dan kompetensinya.
Anita Lie,
Dosen FKIP Unika Widya Mandala Surabaya
Anggota Komunitas Indonesia untuk Demokrasi

Kompas, Jumat, 3 februari 2006

Conny menyebut faktor utama yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan adalah kondisi guru yang masih mismatch dalam hal penempatan guru yang tidak merata. Juga guru yang kualifikasinya tidak layak atau mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai bidang keahliannya. "Masalah itu mengakibatkan mutu pembelajaran rendah, dan pada akhirnya mengakibatkan mutu pendidikan kita rendah," ujarnya.
Prof. Dr. Conny R. Semiawan,
Praktisi Pendidikan
Kompas, Kamis, 29 April 2004
Menanggapi artikel di atas:
Seperti apakah guru yang berkompetensi? Dari sisi apa dapat diukur suatu kualifikasi seorang guru yang layak mengajar? Suatu hal yang dilematis, karena apabila anak didik tidak lulus sekolah, gurukah yang disalahkan atau anak didiknya? Jaminan apa yang diberikan dari sekolah jika benar guru-gurunya berkompetensi dalam mengajar dapat menyebabkan kelulusan 100% bagi seluruh anak didiknya?
Di sini terlihat adanya suatu syarat tertentu bagi seseorang untuk berprofesi jadi guru di masa depan. Missmatch yang terjadi tentu ada yang berwewenang dalam penempatan guru dengan kualifikasinya, tetapi apakah juga menjadi tanggung jawab bagi yang berwewenang itu sendiri.
Apakah kompetensi dan kualifikasi seorang guru berbanding lurus dengan mutu pembelajaran sehingga berdampak positif terhadap mutu pendidikan?

Nuk ka komente: