......UAN hanya mengukur prestasi dan kelulusan siswa berdasarkan nilai akhir yang dicapai pada hari "H" ujian. Artinya, penilaian itu lebih menyangkut aspek kognitif, sementara aspek afektif dan psikomotorik terabaikan.
"Cara pengukuran seperti itu bertolak belakang dengan konsep KBK, di mana prestasi siswa diukur dari ketiga aspek tersebut," paparnya.
"Cara pengukuran seperti itu bertolak belakang dengan konsep KBK, di mana prestasi siswa diukur dari ketiga aspek tersebut," paparnya.
Saya sangat setuju dengan pandangan Bapak Suparman dari Koalisi Pendidikan, menurut saya terdapat suatu bentuk persamaan yang kontradiktif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Persamaannya adalah Sistem KBK ditambah UAN sama dengan Nilai Kelulusan Tinggi, kontradiktifnya adalah: Pada dasarnya pendidikan bukan melulu tentang pelajaran membaca, menulis, dan berhitung saja. Melainkan bagaimana potensi atau bakat anak didik dikembangkan secara optimal. Di samping itu harus ada pengarahan atau pembinaan dari sisi psikologis anak didik itu sendiri. Jadi hal-hal tersebut diatas jelas perlu adanya cara-cara pendekatan tersendiri oleh figur seorang guru salah satunya.
Bagaimanakah parameter ini bisa dijadikan sebagai suatu alat ukur bagi mutu pendidikan dimana kondisi pendidikan tiap daerah berbeda-beda. Apakah data statistik dengan tingkat kelulusan yang lebih banyak akan sejajar dengan mutu pendidikannya? Jika tahun lalu dari 100 siswa ikut UAN yang lulus 90 orang dibandingkan dengan tahun ini jadi 96 orang. Apakah mutunya meningkat sedangkan yang tidak lulus tahun lalu kan ikut ujian juga tahun ini dari 100 lulus 90 maka 110 lulus 96.....?
Mutu pendidikan melalui KBK tentu saja ada faktor-faktor yang harus diperhatikan, seperti fasilitas sekolah itu sendiri, dengan perbedaan ini saja bisa kita lihat bahwa tiap daerah atau wilayah pasti berbeda fasilitasnya. Dengan demikian tidak bisa mengukur mutu itu sendiri. Saya berpikiran seperti ini, jika seluruh sekolah sama dalam menyediakan fasilitasnya (lab. Bahasa, lab. Sains, lab. Komputer, dan lap. Olahraga), maka parameter dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat dirancang. Dengan sistem KBK apakah anak didik masih perlu ikut UAN?


Nuk ka komente:
Posto një koment